Info , Kampus STIE

Prof. DYP Sampaikan Isu Terkini di Acara Wisuda STIE Semarang

Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. DYP Sugiharto dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bagian Umum, Hendradi Sulistiawan, SH pada acara Wisuda ke-20 STIE Semarang, menyampaikan isu-isu mengenai program Kemenristek Dikti, yakni SIVIL dan PIN. “Bertepatan peringatan Hardiknas, 2 Mei 2016 yang lalu, Menristek-Dikti telah melakukan launching Program Sistem Verifikasi Ijasah Secara Elektronik (SIVIL) dan Penomoran Ijazah Nasional (PIN). Tujuan dari program ini menurut Menristek-Dikti untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar memperoleh kemudahan dalam pengecekan keabsahan ijazah secara cepat, tepat dan akurat.” ucap Koordinator.
Prof. DYP menjelaskan, Sistem Verifikasi Ijazah online terintegrasi dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti). “Terkait keabsahan seorang lulusan akan diverifikasi konsistensinya dengan riwayat proses pendidikan di perguruan tinggi dan pemenuhan atas standar nasional pendidikan tinggi.” Hal tersebut disampaikan di depan 305 wisudawan jenjang program S1 progdi Akuntasi dan Manajemen yang berlangsung di Hotel Patra Semarang, Sabtu, 7 Mei 2016. Untuk PIN, lanjutnya, disediakan untuk mendapatkan kemudahan pendataan dan analisis statistik lulusan perguruan tinggi. “Sistem ini terintegrasi secara otomatis oleh Kemenristek-Dikti sesuai permohonan yang diajukan perguruan tinggi.”
Adapun isu berikutnya Koordinator menyampaikan terkait pemberlakuan kebijakan mengenai rasio dosen tetap dengan jumlah mahasiswa. “Kebijakan ini akan diberlakukan pada Juni 2016 mendatang. Saya menghimbau agar PTS di Jateng mulai sekarang melakukan pembenahan dan penertiban untuk menghindari adanya sanksi.” tegasnya. Ketua STIE Semarang, Dr. St. Sunarto, MS pada kesempatan tersebut menyampaikan, menyandang gelar akademik sebagai Sarjana Ekonomi membawa konsekuensi berperilaku sebagai manusia terdidik dengan mengedepankan nilai-nilai konstruktif bagi kepentingan masyarakat. “Semoga lulusan STIE Semarang dapat berperan aktif dan memberikan warna semangat kebersamaan menjadi aspek kehidupan dimana berada dalam memikul tanggungjawab atas aktivitas yang sedang maupun akan dijalani.” Harap Sunarto.

 

Lulusan STIE Semarang Harus Mampu Menjadi Pionir Koperasi

Pemberian pembekalan bagi lulusan oleh STIE Semarang merupakan tradisi yang dilakukan setiap kali akan melaksanakan wisuda. Kali ini pembekalan tersebut berlangsung di Patra Hotel Semarang, Jum’at, 6 Mei 2016 dengan narasumber Prof. DYP. Sugiharto (Koordinator Kopertis VI), Dr. Bambang Sadono (DPD-RI), Drs. HM. Slamet Yantono, M.Pd (Pengusaha) dengan tema Membangun Karakter Mental Profesi Wisudawan di Kalangan Generasi Muda, Koordinator Dalam pengantar materinya Prof. DYP menyampaikan apresiasi kepada STIE Semarang yang telah membudayakan pemberian pembekalan bagi calon wisudawan. “Sebenarnya istilah pembekalan lebih tepat jika memakai istilah penguatan pembekalan.” jelasnya. Mengomentari terhadap tema yang diambil, Koordinator menegaskan bahwa “mental” merupakan kata kuncinya.
Ia memberikan gambaran bahwa kata kunci negara maju adalah entrepleneur. Untuk mengarah pada hal tersebut, wisudawan STIE Semarang diharapkan mampu menjadi genarasi “pendobrak”. “Kata kuncinya adalah revolusi mental. Untuk itu, yang diperlukan bagi lulusan perguruan tinggi adalah tahu, bisa dan berani. Lebih lanjut Koordinator menjelaskan mengenai strategi penguatan entrepleneur melalui dua aspek penting yang terdiri dari mindset dan adanya komitmen. “Untuk mindset ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, yakni Discipline mind, Synthesizing mind, Creative, Respectful Mind, dan Ethical Mind. Terhadap Ethical Mind tersebut Prof. DYP berharap agar lulusan STIE Semarang tidak hanya berpikir pada bidang ilmu Akuntansi dan Manajemen, akan tetapi juga memiliki pemikiran terhadap mindset.” kata Guru Besar UNNES tersebut. Adapun untuk komitmen, lanjutnya, ada empat aspek yang harus dipenuhi, yakni optimis, visioner, percaya diri dan berani. “Mimpi besar lulusan STIE Semarang adalah menjadi pionier di bidang Koperasi.” tandasnya diakhir sesi.